Bau Vagina

Bakteri adalah tumbuhan berukuran mikro yang mempunyai berbagai macam bentuk yakni hasil berbentuk batang, kokus (cocus) berbentuk bulat dan spirochaeta berbentuk spiral. Ketiganya secara kebetulan dapat ditemukan pada kelainan organ intim yang bermasalah. Namun, gejala penyakit dan tempat yang terserang berbeda. Bahkan terjadi keluhan pada pria dan wanita misalnya gatal atau nyeri. Bakteri jenis gardnerella bakteri jenis ni dapat berubah bentuk sehingga disebut kokobasil. Ditemukan dalam jumlah kecil dan dalam keadaan njormal di dalam vagina. Kebiasaan berganti-ganti pasangan seksual akan menyebabkan jumlah koloninya bertambah banyak. Kehadiran bakteri inimengakibatkan vagina banyak mengeluarkan cairan berwarna putih kelabu, encer, becek, dan berbau amis dan bau vagina ini sperti ikan busuk. Bau vagina seperti ini akan tercium saat melakukan hubungan seksual. Ini akan menjadi hal yang sangat dikhawatirkan.

Keadaan ini membuat hubungan seksual menjadi tidak harmonis. Vagina memiliki pH yang bersifat asam sekitar 4-5. Namun, keinginan untuk segera hamil menyebabkan istri menyimpan air mani suaminya semalam suntuk di dalam vagina pH asam kemudian berubah menjadi basa, karena pH air mani sekitar 8-9. Perubahan lingkungan di dalam vagina ini akan menyuburkan pertumbuhan bakteri dan menjadi penyebab bau vagina lagi. Bakteri gardnerell ini akan subur dan terjadilah produksi cairan yang berlebihan dan vagina menjadu becek.

Bau vagina terjadi akibat kuman membentuk gas. Namun demikian tidak ditemukan reaksi radang pada alat kelamin pria dan wanita, sehingga tidak ditemukan keluhan gatal. Pengobatan yang dapat dilakukan dalam menghilangkan bakteri dan sekaligus bau vagina ini adalah tablet golongan metronidazole merupakan pilihan utama. Penggunaan tablet ini harus dengan resep dokter. Pria, meskipun tidak mengalami gangguan dan keluhan dan kelainan apapun, perlu juga mengobati bau vagina ini agar tidak terjadi infeksi ping pong (infeksi berulang karena transfer dari pasangan). Pencegahan yang dapat dilakukan dalam menghindari bau vagina dan masalah bakteri ini adalah setelah berhubungan seksual bilas vagina dengan menggunakan sabun yang memiliki pH 4-5. Satu sperma cukup untuk membuahi ovum (sel telur), sehingga tidak perlu semua cairan mani suami diendapkan.

Bau vagina dapat diobati dengan cara tradisional yaitu :

Ramuan 1
Bahan-bahan :

-          Kayu angin 15 gram kering

-          Kayu rapte 10 gram kering

-          Daun kemuning 20 gram segar

-          Kapulaga 5 gram kering

-          Daun sirih 20 gram segar

Penggunaan :
Semua bahan dicuci bersih lalu direbus dengan air 1 liter, sampai air rebusan tersisa setengahnya, diangkat, setelah dingin disaring, untuk diminum tiga kali sehari. Sekali minum 150 ml.

 


>>> Gunakan Tissue Majakani Untuk Menghilangkan Bau Vagina Yang Tak Sedap! KLIK DISINI!

This entry was posted in Bau Vagina and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>